Cari Berita

Newsletter image

Berlangganan Newsletter

Bergabung dengan pembaca lainnya untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.

Kami tidak mengirim spam!

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookie untuk memastikan pengalaman terbaik di situs kami.

Iklan

IDUL ADHA 1447 H

Haul Panembahan Kyai Joyo Lelono di Paras Probolinggo Jawa Timur Sukses Digelar, Silsilah Nasab Walisongo dan Budaya Ronjengan Diulas Kembali

PROBOLINGGO II NAAT — Kegiatan Haul Panembahan Kyai Joyo Lelono dilaksanakan pada hari Ahad, 7 Juni 2026. Acara religi dan budaya ini dipusatkan di Makam Kramat, Desa Paras, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Peringatan haul tersebut diinisiasi oleh Pemerintah Desa Paras dengan tujuan untuk mengenang jasa serta melestarikan warisan nilai-nilai luhur sang tokoh.

Kyai Joyo Lelono yang memiliki nama asli Kyai Hayyah, dikenal luas sebagai tokoh ulama besar. Berdasarkan catatan sejarah, silsilah nasab mulia beliau ditarik keturunan Walisongo melalui jalur Sunan Kudus. Secara rinci, garis keturunan tersebut dicatat dari Sayyid Hayyah Joyolelono ing Paras Bin Sayyid Soleh Khoyib Sendang Anom Joyolelono Sendang, Bin Sayyid Abdul Majid Khotib Sendang Seppo, hingga bermuara pada Sayyid Jakfar Shadiq (Sunan Kudus). Jalur nasab luhur ini terus bersambung ke atas melalui Syekh Abdul Qodir Al Jilani hingga sampai kepada Sayyidina Al Hasan As-Sibthi RA, putra dari Sayyidina Fatimah Azzahra binti Nabi Muhammad SAW.

Dalam manuskrip leluluhur yang tersimpan, disebutkan bahwa Sayyid Soleh Khotib Sendang Anom (Kyai Joyolelono Sendang) dikaruniai empat orang putra. Putra pertama adalah Kyai Hayyah Joyolelono ing Paras Probolinggo (yang memiliki putra bernama Kyai Makmun Joyolelono ing Sentono). Putra kedua adalah Kyai Ahmad Hanafi Joyokusumo atau Kyai Bathok ing Pandian Sumenep. Putra ketiga adalah Kyai Hafi ing Sendang Pragaan Sumenep, sedangkan putra keempat adalah Kyai Barrin yang dicatat tidak memiliki keturunan.

Rangkaian acara haul ini diawali pada pukul 12.00 WIB dengan pembukaan formal. Setelah itu, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dikumandangkan dalam sesi Nafiri Kalam Ilahi. Sambutan kepanitiaan kemudian disampaikan oleh Bapak Hasan selaku PJ Kepala Desa Paras. Langkah berikutnya, sambutan resmi juga dipaparkan oleh Bapak Hariyanto, S.Sos, M.Si, selaku Camat Tegalsiwalan, Probolinggo.

Memasuki acara inti, pembacaan silsilah nasab mulia Aba Makmum Kyai Hayyah Alqudusi Aljilani Alhasani Kyai Joyolelono dilakukan oleh Bdr. Yahya Al Giri selaku Sekretaris LP3SN DPP NAAT. Setelah silsilah selesai dibacakan, ceramah agama atau *Mauidhoh Hazanah* disampaikan oleh Ketua Umum DPP NAAT, KH. R. Ilzamuddin Sholeh. Di dalam ceramah tersebut, bahasan mendalam mengenai budaya *ronjengan* diulas secara luas. Budaya *ronjengan* ini dinilai sebagai warisan seni dan kebudayaan tinggi yang ditinggalkan oleh para leluhur Walisongo, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai penanaman tauhid.

Selanjutnya, pengarahan dan bimbingan keagamaan disampaikan oleh Rois Syuriah DPP NAAT, KH. Nun Ahsan Malik, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. Jalannya seluruh rangkaian acara ini ditempatkan di bawah kendali langsung DPC NAAT Kota Probolinggo. Oleh karena itu, kehadiran Ketua DPC NAAT Kota Probolinggo, Drs. KH. As'ad Anshari, M.Sc, beserta Sekretaris Gus Ahmad dan segenap jajaran pengurus DPC NAAT Kota serta Kabupaten Probolinggo turut disaksikan di lokasi.

Antusiasme jamaah terlihat sangat besar dalam momentum ini. Kehadiran ratusan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan dan para keturunan (dzuriat) Sayyid Hayyah Joyolelono ing Paras terpantau memenuhi area makam kramat. Seluruh prosesi acara yang berlangsung dengan khidmat ini ditutup dengan pembacaan doa bersama pada pukul 16.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan oleh tim redaksi, jalannya kegiatan haul dilaporkan masih berlangsung dengan tertib dan lancar. (SB & YY)


Artikel Sebelumnya
Menyingkap Susur Galur Sunan Cendana Kwanyar

Berita Terkait: